Minggu, 04 Juli 2010

empedu

PENATALAKSANAAN DIET PADA PENYAKIT KANDUNG EMPEDU

 Kandung empedu merupakan sebuah kantung berbentuk terong dan merupakan membaran berotot, letaknya di sebuah lekukan disebelah permukaan bawah hati.
 Panjangnya 8-12 cm dgn daya tampung 40-70 ml
 Di dlm kandung empedu cairan & elektrolit empedu menjadi pekat (5-12x lbh pekat)
 fungsi kantung empedu : sbg persediaan getah empedu yg berasal dr hati, bersifat alkali, dikeluarkan tiap hari 500-1000 ml/hr
 Bentuk : buah peer
 Warna : hijau
 Panjang : 8-12cm
 Lebar : 5cm
 Kapasitas : 60cm3
 Lapisan:
 Lapisan luar serosa
 Lapisan otot bergaris
 Lapisan dalam mukosa


Fungsi
 Tempat penyimpanan dan persiapan getah empedu
Kandungan cairan empedu:
1. Garam empedu
2. Pigmen empedu
3. Ion bikarbonat
4. Kolesterol
5. Air
6. Lesitin
 Pemekatan getah empedu


Komposisi Utama Getah Empedu
 Garam empedu : bersifat digestif dan memperlancar kerja enzim lipase dlm memecah lemak & membantu penyerapan lemak yg sudah dicerna (gliserol & asam lemak) dgn cara menurunakan tegangan permukaan dan memperbesar daya tembus endotelium yg meutupi villi usus

Pigmen Empedu = Ubar empedu = billirubin
Pigmen ini dibentuk dlm sistem retikulo endotelium (limpa & sumsum tulang) dan hasil pemecahan hemoglobin yg berasal dr sel darah merah yg rusak kemudian dialirkan ke hati à diekskresikan ke empedu à dialirkan ke duodenum à memberi warna kuning pd urin (urobilin) dan faces (sterkobilin)

Kholesterol

àFungsi kholesterol dlm kd. Empedu blm diketahui pasti.
àKd. Empedu mrk jalan pembuangan kholesterol, krn akan dibuang bersama empedu mll faces
àJumlah kholesterol dlm kd. Empedu ditentukan oleh jml lemak dlm diet & ester kholesterol yg dikonsumsi

Peran empedu dlm pencernaan
Empedu punya peran penting dlm pencernaan & absorbsi lemak, vit. Larut lemak, & bbrp mineral
Msknya mkn dlm duodenum à merangsang pelepasan hormon kolesistokinin yg keluar dr usus halus à merangsang kd. Empedu berkontraksi u/ mengeluarkan grm empedu yg akan membantu lipase menghidrolisis lemak mjd bentuk sederhana agar dpt diserap usus halus
Garam empedu menurunakan tegangan permukaan dan memperbesar daya tembus endotelium yg menutupi villi usus


KOLESISTITIS
(Radang Kandung Empedu)
 Radang empedu akibat adanya obstruksi/penyumbatan pd saluran empedu (dpt bersifat akut/kronis)
 Penyebab :
 Infeksi bakteri/kuman stapilococcus, streptococcus, bakteri gram negatif
 Obstruksi ductus sisticus oleh adanya batu
 Iritasi garam empedu
 Kegemukan
Tanda-tanda
 Terjadinya penebalan dinding kandung empedu dan penciutan kandung empedu, merah, bengkak, kadang bernanah

Gejala
 Rasa sakit daerah kantung empedu / epigastrum
 Demam
 Mual, muntah
 ikterus
 Pemeriksaan lab : leukositosis
 USG : penebalan dinding kd. Empedu, litiasis, bayangan kd. Empedu kabur

CHOLELITHIASIS
 Adalah penyakit yang menunjukkan adanya batu empedu dalam kandung empedu.
Letak batu empedu :
 Di kandung empedu à kholesistolitiasis
 Saluran empedu ekstra hepatik à koledokolitiasis
 Saluran empedu intra hepatik

PENGGOLONGAN BATU EMPEDU
1. Batu kolesterol
 Akibat metabolisme kholesterol terganggu, asupan kholesterol berlerlebih dlm waktu lama
 Sifat batu : besar, lonjong, putih, biasanya satu, ringan, bila dipotong bersusun radier, tdr atas kholesterol
2. Batu Pigmen empedu
 Akibat gangguan metabolisme
 Sifat : berganda, kecil, hitam, rapuh, tdr atas bilirubin

3. Batu Campuran
 Akibat infeksi (80 %)
 Sifat : berlapis (pigmen empedu + kholestrol), susunan konsentrik, kuning, berfaset, berinti lendir

Proses terjadinya batu empedu
 Konsumsi lemak & ester kholesterol >>> dlm waktu lama à konsentrasi kholesterol dlm kd. Empedu melebihi kemampuan empedu melarutkan kholesterol (mjd btk miceller)
 Defisiensi vit. C à mengganggu pembentukan asam empedu, penimbunan kholesterol, hiperkholesterolemia à tjd peradangan kd. Empedu, mengakibatkan presipitasi khol, terbentuk kristal à batu empedu
Faktor Risiko
 Pertambahan usia
 Obesitas
 Kurang makan sayuran
Tanda-tanda Terapi
 Sakit pada bag. Kandung empedu t.u saat kontraksi
 Mual, muntah
 Rasa sebah perut
 Demam
 Bila makan berlemak terganggu
 Obat
 Diet
 Pembedahan


Menejemen Diet
 Puasa pd serangan akut, menghindari nutrisi parenteral total yg lama
 Diet bebas lemak pd px kolesistitis akut, sblm beralih ke mkanan rendah lemak
 Pemberian lemak sebaiknya tdk lebih dr 10% total kalori à lemak MCT (Medium Chain Trigliserides)
 Pembatasan kholesterol 200 - 300 mg/hr
 Kolesistitis kronis : perlu diet rendah lemak dalam jangka waktu lama (20%), lemak LCT dibatasi
 Hindarkan makanan bergas u/ mengurangi peristaltik, distensi, & iritasi
 Suplementasi Vit. A,D,E,K
 Pasca kolesistektomi/pengangkatan batuà nutrisi enteral sedini mungkin bila bising usus ++, bila makanan enteral dpt diterima, NGT/zonde segera dilepas
 Menurunkan BB dg diet rendah kalori seimbang, tinggi serat, rendah lemak u/ menghindari kolelitiasis
EVALUASI
 Keadaan umum, klinis
 Asupan makan
 Toleransi thd nutrisi yg diberikan : mual, muntah, kembung, dll
 Lab : imbang nitrogen, fungsi hati, enzim hati, profil lipid, gula darah
 Keberhasilan penurunan BB pd px. obese

1. Pankreatitis Akut
• Suatu proses peradangan di pankreas yg timbulnya secara akut serta dpt mengalami perbaikan sempurna

Etiologi :
• Alkoholisme
• Penyakit sal. Empedu, hiperlipidemia, hiperparatiroid, hiperkalsemia
• infeksi
• Organ lunak yang strukturnya mirip kelenjar ludah.
• Panjang : 15cm
• Lebar : 5cm
• Berat : 60-90gr
• Letak:
• belakang lambung
• Terbentang dari duodenum sampai limpa

Fungsi
 Fungsi eksokrin
 Produksi getah pankreas pencernaan


 Fungsi endokrin
 Sekresi insulin


Gejala

 Nyeri epigastrum, terasa terbakar & ditusuk2
 Gejala timbul bila tll banyak makan atau minum alkohol
 Demam
 Mual, muntah
 Obstiapasi pd awal serangan
 Rasa dingin & sianosis pd ekstrimitas
 Nadi cepat, tensi turun, kulit dingin & lembab
 Peristaltik usus berkurang
 Lab : leukositosis, serum bilirubin naik > 15 mg%, kadar amilase serum naik, kadar lipase tinggi, hipokalsemia, kadar gula darah tinggi
 USG & CT scan: tjd pelebaran pankreas , edema pankreas

2. Pankreatitis Kronis
 Proses inflamasi kronis dr pankreas disertai salah satu/lebih gejala : kalsifikasi, diabetes mellitus, steatorea
 Penyakit ini aka memberikan cacat anatomis maupun fungsional pd pankreas walaupun penyakit sdh sembuh
etiologi
 Alkoholisme
 Penyakit saluran empedu
 Infeksi
 Obat-obatan (steroid)
 Hormon (hiperparatiroidism)
Gejala
 Nyeri epigastrum
 Mual, muntah
 Menggigil
 Tachikardia, sesak nafas
 Kalsifikasi, DM, steatorea
 BB turun
 Demam
 Ikterus
 Lab : lukositosis, serum amilase naik, SGOT naik, GD naik, tripsin naik, tinja berlemak, reduksi urin +++(DM), kdr Ca turun
 USG/ERCP/CT : pankreas melebar/bengkak, sal pankreas berkelok2, kalsifikasi pankreas
Terapi pankreatitis
 Obat : petidin, atropin, sulfat, antibiotik
 Terapi diet
 Pembedahan

Menejemen Diet
Tujuan :
 Menghilangkan rasa nyeri
 Mengurangi sekresi pankreas
 Mencegah infeksi sekunder
 Menghindari shock (renjatan) akibat gangg. elektrolit
Terapi diet
 Batasi lemak : 10 – 15% tot kal, pilih MCT
 Protein cukup
 Hindari minuman beralkohol& berkafein, bergas
 Rendah serat
 Porsi kecil, sering
 Serangan pertama : jangan beri makanan peroral u/ mencegah rangsangan dr lambung & duodenm
 Bila serangan/nyeri mulai hilang, beri mknan bertahap mulai cair, lembek, namun jgn tll kenyang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar